Pages

Selasa, 09 Juni 2015

CABANG PENCAK SILAT SUMBANG 2 MEDALI EMAS DALAM OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL TAHUN 2015 KALIMANTAN UTARA

Kanan : Rahmad Wijaya, Ramli, Andini Saputri Nur
Tanjung Selor – Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Tahun 2015 yang pertama kali di gelar oleh provinsi kalimantan Utara yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimanta Utara. Ajang O2SN Tahun 2015 ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara Bapak Ir. H. Irianto Lambri, acara pemukaan berlangsung cukup megah di depan Kantor Gubernur Kalimantan Utara di bawa langit yang begitu indaha pada hari Rabu, tepatnya tanggal 3 Juni 2015 tersebut dan akan berlangsung higga tanggal 6 Juni 2015 kemaren.

Atlit Putra Rahmad Wijaya yang di turun di kelas E Putra dengan berat badan 46 kg s/d 49 kg sedangkan Atlit Putri Andini Saputri Nur yang di turunkan di kelas E Putri dengan erat badan 46 kg s/d 49 kg, merupaka Atlit cabang Pencak Silat yang mengikuti O2SN Tahun 2015 kali ini merupakan atlit yang telah mengikuti babak penyeleksian yang begitu ketat, bukan hanya ditingkat Kabupaten namun babak penyeleksian yang mereka hadapi mulai dari tingat perguruannya sendiri, dimana 2 Atlit Pencak Silat tersebut berada dibawa perguruan Seni Beladiri Indonesia TAPAK SUCI Kabupaten Nunukan dimana mereka dibina langsung oleh seorang pelatih yang cukup memiliki jam terbang sebagia seorang Atlit dan Pelatih yaitu Bapak Ramli.

Atlit Putra Rahmad Wijaya yang di turun dikelas E Putra meraih medali Emas dan merupakan siswa SMP Muhammadiyah Kabupaten Nunukan yang saat ini duduk di kelas VIII sedangkan Atlit Putri Andini Saputri Nur yang di turunkan dikelas E Putri juga meraih medali Emas dan merupakan siswa SMPN 1 Sebatik Timur, kini kedua atlit tersebut telah mengangkat nama Kabupaten Nunukan, juga mengangkat nama sekolah mereka bahkan atlit-atlit tersebut juga menjadi kebanggaan kedua orang tua mereka.

Perjalanan panjang 2 Atlit Pencak Silat Kabupaten Nunukan harus ditempuh dengan kerja kerasa, dimana para pesaingnya juga cukup memiliki kemampuan yang bisa dikatakan setara denga pemain proposional dimana mereka harus berhadapan dengan Atlit Kabupaten Bulungan, KTT, Malinau bahkan Kota Tarakan yang cukup di unggulkan dalam Ajang O2SN Tahun2015 kali ini, namun atlit kabupaten Nunukan tidak pernah putus asa mengingat mereka memiliki pelatih yang benar-benar selalu memberikan arahan yang bermanfaat bagi atli.

Pelatih Pencak Silat Kabupaten Nunukan juga mengatakan “ sejak awal adek-adek sudah kami arahkan dan kami berikan teknik-teknik yang cukup bermanfaat untuk digunakan dalam gelangga, bahkan saya juga tidak pernah melepasan mereka saat di atas matras hijau mengingat mereka harus menggunakan semua kemampuanya selama 3 Ronde dan dalam 1 Ronde mereka harus bertarung selama 3 menit.”

Gelanggang 10x10 meter berwarna hijau menjadi bukti bagi Cabang Olahraga Pencak Silat Kabupaten Nunukan, bahwan Pencak Silat Kaupaten Nunukan juga mampu memberikan yang terbaik dan mengangkat nama Kabupaten Nunukan dalam Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Tahun 2015 Tingkat Provinsi Kalimanta Utara. Dimana cabang Pencak Silat ini sendiri masih dianggap baru berkembang di wilayah Kamilantan Utara. “ Ajang O2SN Tahun 2015 ini merupakan ajang seleksi untuk mewakili Kalimantan Utara di ajang tingkat Nasional, namun saat kami melakukan penyeleksian di tingkkat kabupaten kami tidak diinformasikan oleh dias pendidikan bahwa yang akan diikuti di tingkat nasional nantinya hanya kelas F Putra/Putri, jadi atlit kami yang lolos ini tidak bisa ikut di tingkat nasional di kota makassar, seandainya dari awal kami disampaikan bahwa kelas F yang di ikutsertakan maka kami akan mengirimkna atlit kelas F bukan kelas E, kalau seperti ini pihak kami yang dirugikan bahkan bukan hanya kami tapi atlit juga merasa rugi karena udah berjuang dengan keras untuk meraih kemenangan ini,” tegas Ramli sebagai pelatih.

Ketua IPSI Kabupaten Nunukan juga menganggat bicara “selamat kepada Atlit dan pelatih yang telah berhasil  dan terus berlatih setelah pulang dari ajang tersebut, masalah iut dan tidaknya atlit ke tingkat nasional di kota Makassar nantinya tidak usah di permasalahkan kita harus bersyukur dengan apa yang kita raih tapi jangan bangga karena masih panjang perjalanan yang harus ditempuh dan masi ada prestasi yang lain harus diraih, kita saat ini sudah punya bahan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam ajang kedepannya, bahkan para pelatih dan atlit masih banyak PR yang harus diselesaikan mengingat Ajang PRA PON Tahun 2015 semakin dekat pelaksanaannya, IPSI Kabupaten Nunukan juga ters berbenah diri untuk Even tersebut bahkan melakukan persiapan-persiapan untuk mengikuti PRA PON nantinya” kata Kaharuddin, SS.

Pelatih-pelatih IPSI Kabupaten Nunukan beserta Atlit-atlitnya terus melakukan pemantapan dan persiapan dalam membina dan menciptakan atlit-atlit yang tangguh untuk mencapai target disetiap ajang yang akan diikuti nantinya, doa dan dukungan masyarakat khusuhnya pemerintah daerah selalu dinantian mengingat Anak – anak kebanggaan Kabupaten Nunukan membutuhkannya dalam setiap ajang yang diikutinya.


Kini kedua atlit yang telah menyumbangkan medali bagi kabupaten Nunukan bukan lagi siswa yag biasa-biasa diantara teman-temannya, bahkan kini mereka menjadi siswa yang berprestasi dan siswa kebanggaan bagi sekolah dan kabupaten nunukan.

Pembentukan Panitia Kejuaraan Cabang Remaja Tahun 2012







Rabu, 03 Juni 2015

KONI KABUPATEN NUNUKAN MENYERAHKAN BONUS KEPADA ATLIT DAN PELATIH BERPRESTASI

KONI KABUPATEN NUNUKAN MENYERAHKAN BONUS KEPADA ATLIT DAN PELATIH BERPRESTASI


Bupati Nunukan meyerahkan Bonus penghargaan kepada Atlit dan Pelatih berprestasi Tahun 2014, lantai 5 Kantor Bupati Nunukan merupakan tempat bersejarah bagi atlit dan pelatih yang telah meraih prestasi dan mengankat nama kabupaten nunukan dalam event-event yang diselenggarahakan tingkat provinsi maupun ditingkat nasional, acara penyerahan bonus atlit dan pelatih yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Nunukan yang diselenggarakan pada hari ini (04/06) dihadiri oleh atlit & pelatih berpresetasi, SKPD - SKPD  kabupaten Nunukan dan seluruh Cabang Olahraga yang berada di Kabupaten Nunukan.

Penyerahan Bonus kepada atlit dan pelatih yang berprestasi merupakan salah satu penghargaan kepada yang diberikan kepada atlit dan pelatih yang berprestasi mengingat perjuangan dan kerja keras dalam memperjuangkan mengangkat nama kabupaten Nunukan, kurang lebih 20 orang atlit menerima bonus prestasi dan 10 pelatih yang telah berprestasi menerima pengghargaan, dimana atlit yang telah berprestasi hingga akhir tahun 2014 kemarin menembus event internasional, FPTI merupukan atlit yang paling berprestasi menerima bonus sebesar Rp. 19.200.000,-, dimana telah meraih 4 medali emas ditingkat yang berbeda mulai dari event internasional hingga tingkat provinsi/Daerah. Sedangkan ada atlit yang meraih pedali emas tingkat provinsi/Daerah hanya mendapat bonus prestasi sebesar Rp. 900.000,-.

Dalam pengarahan bupati nunukan juga berpesan, “Saya berpesan, Bahwasanya apa yang kita diberkan tidak sebanding dengan keringat dan jeripayahnya selama ini, saya selaku bupati nunukan bersama KONI Kab. Nunukan memohon maaf, tetapi kembali lagi kepada masalah atlit itukan hoby, namanya hoby tidak dinilai dengan materi jadi lanjutkan latihannya jangan terhalang oleh sarana dan prasana, jangan terganggu oleh keterbatasan finansial, yang paling utama munculkan kebanggaan kita, munculkan jati diri kita bahwa saya juga bisa, seorang atlit itu bukan mengharapkan material tapi kebanggannya dikala namanya dipanggil kehadapan untuk menerima penghargaan. Dan yang dapat mengibarkan bendera merah putih di luar negeri itu hanya ada 2 salah satunya adalah prestasi dalam olahraga”.

Nasib para atlit dan pelatih di kabupaten Nunukan saat ini menjadi pertanyaan dan PR besar oleh KONI Kabupaten Nunukan, dimana hasil pemberiaan bonus yang dilaksanakan menjadikan beberapa pelatih cabang olahraga mengeluhdengan hasil yang selama ini tidak sesuai dengan penghargaa yang diharapkan, “ mengingat penyerahan bonus atlit ini merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi para pelatih dan atlit, namun hasil yang kami terima tidak sebanding dengan apa yang kami usahakan selama ini, kami lebih banyak mengeluarkan dana pribadi selama membina bahkan mengikuti setiap event – event yang ada diluar bahkan kami berangkat juga mengatas namakan kabupaten nunukan, bukan mengatas namakan peribadi kami tapi kenapa penghargaan yang diberikan seperti ini, paling tidak ya sesuaikanlah dengan usaha kami selama ini.”, salah satu pelatih yang mengeluh akan sistem penyerahan Bonus Atlit dan Pelatih berprestasi yang tak ingin namanya disebutkan.


Bupati Nunukan beserta KONI Nunukan, memohon maaf atas penyerahaan bonus Atlit dan Pelatih yang tidak sesuai yang diharapkan oleh Atlit dan Pelatih, “kami tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat anggaran yang diberikan oleh Pemerintah kepada KONI Kabupaten Nunukan juga sangat terbatas dimana tahun ini KONI Kabupaten Nunukan hanya menerima Dana Hibah sebesar 3 Miliyar, sedangkan CABOR-CABOR yang kami bina ada 35 Cabang Olahraga, kami telah melakukan segala upaya meningkatkan Olahraga di Kabupaten Nunukan, mulai dari pemberian Dana Bantuan kepada 35 Cabang Olah Raga hingga pemberian Bonus Atlit dan Pelatih Berprestasi, namun semua itu masih kurang tapi kami akan terus mengupayakan agar atlit dan pelatih bisa diberikan penghargaan sesuai dengan hasil kerja keras merekan, insya allah tahun depan akan lebih baik lagi dari tahun ini.” Tegas Ketua Umum KONI Kabupaten Nunukan.